Kamis, 26 Februari 2015



Presiden Marah Kepada Menteri


Seorang Menteri telah mengatur janji untuk bertemu dengan Presiden. Tapi ia terlambat 2 jam dari waktu yang telah dipersetujui, sehingga Presiden marah benar kepadanya.
"Kemana kamu pergi?" hardik Presiden, "Sudah 2 jam saya menunggu
"Saya mengaku salah," kata Menteri. "Masalahnya lif yang saya naiki rosak. Dan tahukah tuan Presiden, selama lif diperbaiki saya terpaksa berdiri selama 2 jam."

Presiden menumbuk meja dengan marahnya. "Tolol...!" teriaknya. "Jadi maknanya, kamu berdiri menunggu lif itu diperbaiki selama 2 jam?"
"Betul, Tuan Presiden."
"Tolol dan begong!!" teriak Presiden lagi lebih keras, "Mengapa kamu tidak duduk saja??"
Presiden Marah Kepada Menteri
Seorang Menteri telah mengatur janji untuk bertemu dengan Presiden. Tapi ia terlambat 2 jam dari waktu yang telah dipersetujui, sehingga Presiden marah benar kepadanya.
"Kemana kamu pergi?" hardik Presiden, "Sudah 2 jam saya menunggu."
"Saya mengaku salah," kata Menteri. "Masalahnya lif yang saya naiki rosak. Dan tahukah tuan Presiden, selama lif diperbaiki saya terpaksa berdiri selama 2 jam."
Presiden menumbuk meja dengan marahnya. "Tolol...!" teriaknya. "Jadi maknanya, kamu berdiri menunggu lif itu diperbaiki selama 2 jam?"
"Betul, Tuan Presiden."
"Tolol dan begong!!" teriak Presiden lagi lebih keras, "Mengapa kamu tidak duduk saja??"








Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar